Gerakan Langit Biru Indonesia Asri: Demokrat Bali Dorong Penanaman Cempaka, Bukan Sekadar Seremonial

Admin RedMOL
0


Penanaman Pohon cempaka,Poto netti

BALI — Redmol IdGerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digerakkan Partai Demokrat mulai diarahkan pada aksi lingkungan yang konkret di sejumlah wilayah Bali. Salah satu bentuknya adalah penanaman pohon, termasuk cempaka dan kenanga, yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan kebersihan lingkungan.

Secara nasional, Partai Demokrat melaporkan bahwa gerakan tersebut telah melibatkan 49.628 orang, tersebar dalam 392 aksi di 323 DPC, selama rangkaian kegiatan hingga 7 Agustus 2026. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, gerakan kembali digelar melalui 96 aksi lingkungan di 80 kabupaten/kota.

Di Bali, kegiatan dilakukan di sejumlah titik. Salah satunya di kawasan Pura Rambut Siwi, Jembrana, Jumat (14/8/2026). Sekitar 250 kader dan pengurus Demokrat dilaporkan terlibat dalam kegiatan bersih-bersih, penanaman pohon, pelepasan burung, dan kegiatan sosial lainnya. Di lokasi tersebut ditanam 25 bibit cempaka dan kenanga.

Dari simbol politik menuju target ekologis

Penanaman 25 pohon di Jembrana dikaitkan dengan simbol usia ke-25 Partai Demokrat. Namun dari perspektif lingkungan, ukuran keberhasilan gerakan semestinya tidak berhenti pada jumlah bibit yang ditanam.

Pertanyaan jurnalistik yang lebih penting adalah: berapa pohon yang hidup setelah enam bulan, satu tahun, dan tiga tahun?

Sebab, keberhasilan penghijauan bukan sekadar kegiatan menanam, melainkan keberhasilan memastikan pohon tumbuh, dirawat, dan memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan.

Karena itu, apabila gerakan penanaman cempaka hendak diperluas ke seluruh Bali, diperlukan data terbuka mengenai jumlah bibit, lokasi penanaman, jenis tanaman, pihak yang bertanggung jawab melakukan pemeliharaan, serta tingkat keberlangsungan hidup tanaman.

Cempaka dan identitas ekologis Bali

Cempaka memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat Bali, selain fungsi ekologis sebagai tanaman. Karena itu, pemilihan cempaka sebagai bagian dari gerakan penghijauan memiliki dimensi lingkungan sekaligus budaya.

Namun, penanaman di ruang publik, kawasan suci, pesisir maupun kawasan konservasi tetap perlu mempertimbangkan kesesuaian jenis tanaman dengan kondisi ekologis setempat.

Gerakan penghijauan yang baik bukan hanya mengejar jumlah pohon, tetapi memastikan pohon tepat jenis, tepat lokasi, tepat perawatan, dan memiliki tingkat hidup yang terukur.

Jejak kegiatan Demokrat Bali

Gerakan Langit Biru sebelumnya juga dilaksanakan di kawasan Danau Batur, Kintamani, dengan agenda bersih-bersih, penanaman pohon, pelepasan burung dan penebaran ikan. Pada 31 Juli 2026, kegiatan serupa dilaporkan berlangsung di kawasan Danau Beratan dan Danau Tamblingan dengan aksi kebersihan serta penebaran sekitar 9.000 ekor bibit ikan.

Di Pantai Lembeng, Gianyar, Demokrat Bali juga melaporkan keterlibatan sekitar 250 kader dalam kegiatan bersih-bersih dan pelepasan 300 tukik.

Data tersebut menunjukkan bahwa gerakan lingkungan Demokrat Bali tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga menyentuh kebersihan kawasan, ekosistem perairan dan konservasi satwa.

Tantangan: jangan berhenti setelah seremoni

Gerakan penghijauan politik maupun sosial akan mendapatkan legitimasi publik apabila mempunyai indikator keberhasilan yang jelas.

Minimal terdapat lima indikator yang dapat dipantau:

  1. Jumlah pohon ditanam.
  2. Lokasi dan koordinat penanaman.
  3. Persentase pohon yang bertahan hidup.
  4. Perawatan dan penyulaman tanaman yang mati.
  5. Evaluasi berkala minimal enam bulan dan satu tahun.

Dengan indikator tersebut, masyarakat dapat melihat apakah Langit Biru Indonesia Asri benar-benar menjadi gerakan ekologis berkelanjutan atau hanya berhenti sebagai agenda peringatan HUT partai.

Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta sebelumnya menyampaikan bahwa gerakan tersebut ditujukan untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, penghijauan dan pelestarian lingkungan.

Kini tantangannya adalah membuktikan keberlanjutan gerakan tersebut dengan data.

Jika targetnya adalah penanaman cempaka di seluruh Bali, publik layak mengetahui angka pastinya: berapa ribu pohon akan ditanam, di berapa lokasi, siapa yang merawat, dan berapa persen yang dipastikan tumbuh.

Di titik itulah gerakan lingkungan berubah dari sekadar seremoni menjadi program penghijauan yang dapat diaudit masyarakat.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke RedMOL ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!