
DENPASAR, BALI — RedMOL.Id. Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Ilmu Agama dan Kebudayaan, Fakultas Ilmu Agama, Seni, dan Budaya, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Ujian terbuka tersebut berlangsung di Aula Lantai III Gedung Rektorat UNHI dan menjadi tahapan akademik penting bagi Anak Agung Gede Dalem Pemayun dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitian disertasinya berjudul “Implementasi Sewaka Dharma dalam Mengoptimalkan Pelayanan Kesehatan di Biddokkes Polda Bali.”
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Hymne UNHI dan pembacaan doa. Selanjutnya, rangkaian ujian memasuki agenda utama berupa pemaparan hasil penelitian promovendus di hadapan pimpinan sidang, promotor, penguji, serta undangan yang hadir.
Sidang dipimpin oleh Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., selaku pimpinan sidang. Dalam pelaksanaannya, promovendus diuji oleh tujuh anggota sidang, yakni :
- Dr. Drs. I Made Sumarya, M.Si. selaku promotor, - Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si. selaku promotor,
- Prof. Dr. Dewa Putu Oka Prasiasa, A.Par., M.M. selaku penguji eksternal,.
- Prof. Dr. Drs. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd.,
- Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S.,
- Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si., dan
- Prof. Dr. Ir. Euis Dewi Yuliana, M.Si.
Fokus pada Implementasi Sewaka Dharma
Dalam pemaparannya, Anak Agung Gede Dalem Pemayun menjelaskan hasil kajian, konsep, landasan teori, serta metode penelitian yang digunakan untuk mengkaji implementasi Sewaka Dharma dalam pelayanan kesehatan di lingkungan Biddokkes Polda Bali.
Pemaparan dilakukan secara sistematis dan mendetail, mencakup substansi penelitian serta relevansinya terhadap upaya optimalisasi pelayanan kesehatan. Dalam sesi pendalaman, promovendus juga menjawab berbagai pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan promotor maupun anggota sidang.
Sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam mengukur penguasaan promovendus terhadap substansi disertasi, metodologi penelitian, landasan akademik, serta temuan yang dihasilkan.
Setelah sesi tanya jawab selesai, pimpinan sidang menghentikan sementara persidangan selama kurang lebih 15 menit. Masa tersebut digunakan oleh pimpinan dan anggota sidang untuk melakukan pembahasan internal mengenai hasil ujian dan kelayakan akademik promovendus.
Resmi Menyandang Gelar Doktor

Persidangan kemudian dilanjutkan kembali. Berdasarkan keputusan pimpinan dan anggota sidang, Anak Agung Gede Dalem Pemayun dinyatakan berhasil menyelesaikan tahapan Ujian Terbuka Promosi Doktor dan resmi memperoleh gelar doktor.
Dengan demikian, nama lengkapnya menjadi Dr. Anak Agung Gede Dalem Pemayun, S.H., M.A.P., CCMS. Keputusan tersebut disambut penuh kebahagiaan oleh keluarga dan kerabat yang hadir. Pencapaian gelar doktor tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik promovendus sekaligus menandai selesainya proses pendidikan doktoral di UNHI.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara promovendus, pimpinan sidang, para promotor dan penguji, serta keluarga dan kerabat.
Ujian terbuka ini sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan kajian akademik yang bersinggungan dengan praktik pelayanan publik. Melalui penelitian mengenai Sewaka Dharma dan pelayanan kesehatan, kajian tersebut menempatkan nilai pengabdian sebagai salah satu aspek yang dikaji dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Afkan.
